BERBAGI
KUNJUNGAN SENYAP--Erick Thohir, menteri BUMN, Sabtu siang ini (26/6-2021), melakukan kunjungan di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Madina. Namun pihak pemkab setempat tak dilibatkan sama sekali. Ini merupakan pelecehan terhadap Pemkab Madina dan Forkopimda. (foto: istimewa)

BERITAHUta.com—Tidak jelas dalam rangka apa, Menteri BUMN Erick Thohir melakukan kunjungan ke Mandailing Natal (Madina), Sumut pada, Sabtu siang ini (26/6-2021). Senyap, seolah tak ada yang boleh tahu. Itulah skenario yang dikemas sang menteri.

Kehadiran Erick Tohir dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi sangat ditutup rapat. Bukan hanya wartawan tidak boleh meliput, pejabat Pemkab Madina pun tidak dilibatkan sama sekali dalam penyambutan, maupun saat acara di Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Kecamatan Lembah Sorik Marapi (LSM), Madina.

Padahal, Pemkab Madina sudah melakukan rapat yang dikoordinir Wakil Bupati H.M. Ja’far Sukhairi Nasution untuk menyambut di Lapangan Sepakbola Komplek Kompi Senapan B, Mangga Dua, Panyabungan, Madina.

Tidak itu saja, Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Madina, yang terdiri: kapolres, kajari, ketua PN Panyabungan, ketua DPRD dan ketua PA Panyabungan tidak dilibatkan dalam kunjungan tersebut.

Kunjungan Erick Thohir dan Muhammad Lutfi di Madina mulai pukul 12.30. Setelah tiba di Komplek Kompi Senapan B Mangga Dua, rombongan kedua menteri yang didampingi Wakil Gubernur Sumut Musa Rajecksha dan Harun Mustafa Nasution, wakil ketua DPRD Sumut, langsung menuju Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru.

BERITA TERKAIT  “Kutunggu Walau Tak Pasti”, Inilah Postingan Terakhir Kernet ALS-17 di “FB” Sebelum Tewas di Tol Merak

Dalam rundown kegiatan kedua menteri disebutkan, kegiatan di Musthafawiyah yaitu salat zuhur berjamaah, ziarah di makam pendiri pesantren itu, makan siang di rumah pimpinan pesantren, pemberian bantuan dan doa.

Setelah itu, kembali menuju Kompi B Senapan, Mangga Dua, untuk meninggalkan Madina menggunakan helikopter menuju Bandara Dr. Ferdinand Lumban Tobing, Pinang Sori. Dari sana, melanjutkan perjalanan menuju Medan.

Kunjungan ini sebenarnya dimajukan dua hari, sebelumnya, tersiar kabar Erick Thohir datang ke Musthafawiyah Purba Baru pada Senin, (28/6-2021).

Ja’far Sukhairi, yang juga bupati terpilih Pilkada Madina 2020, mengaku heran pihak Pemkab Madina tak dilibatkan dalam kunjungan pejabat negara tersebut ke daerah ini. “Kami tak dilibatkan, termasuk Forkopimda. Saya tak mengerti alasannya,” katanya kepada media ini melalui sambungan telpon.

BERITA TERKAIT  Reses, Fahrizal Efendi Nasution Usung “Holong Mangalap Holong”

Tidak jelas alasan Erick Thohir mengemas kunjungannya seolah senyap. Jika alasan covid-19, bukankah kedua pejabat negara itu datang dari zona merah ke zona hijau. Jika alasan pandemi juga, bukankah bupati, wakil bupati, dan Forkopimda tidak lebih dari 10 orang dan bisa menerapkan prokes yang ketat.

“Ini pelecehan terhadap pimpinan daerah. Ada pejabat negara masuk daerahnya, tapi tidak melibatkan pemerintah daerah. Jika seandainya, terjadi apa-apa terhadap para pejabat itu, siapa yang tanggung jawab,” kata seorang tokoh masyarakat yang minta tidak ditulis namanya.

“Ini harga diri pejabat Pemkab Madina. Erick Thohir, Muhammad Lutfi, Musa Rajeckshah dan Harun Mustafa tidak menghargai pejabat daerah,” tambahnya.

Dalam rundown kegiatan kedua menteri, malah disebutkan, fotografer selama kunjungan di Purba Baru hanya disiagakan petugas PTPN IV. Artinya, ada aturan tidak boleh pihak lain, termasuk wartawan memotret kegiatan ini. (*)

Peliput: Tim

Editor: Akhir Matondang

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here