SHARE
RUMAH DUKA--Begitu berhasil dievakuasi dari sungai, sekitar pukul 22.30, , jenazah Firman Siregar langsung dibawa ke rumah neneknya di Desa Sianggunan, Kecamatan Batangtoru, Tapsel.

BERITAHUta.com—Terpelesat saat hendak buang air besar (BAB) ke sungai, Firman Siregar hanyut di Sungai Panobasan Dolok, Kecamatan Batang Angkola Barat, Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumut. Berselang sekitar enam jam kemudian, bocah umur lima tahun tersebut ditemukan dalam keadaan meninggal.

Setelah dievakuasi, korban langsung dibawa ke rumah neneknya di Desa Sianggunan, Kecamatan Batangtoru, Tapsel. Senin siang (11/2), jenazah Firman dimakamkan di desa tersebut.

Kejadian yang menimpa Firman bermula ketika pada Minggu sore, korban memberi tahu ibunya, Dewi Nasution, hendak BAB ke sungai yang berjarak sekitar 10 meter dari rumah mereka.

Entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba Firman terpeleset dan jatuh ke sungai yang pada saat itu debit airnya meninggi karena sedang hujan deras.

BERITA TERKAIT  Polres Padangsidimpuan Masih Kembangkan Kasus 2 PNS Pemkab Paluta Pakai Sabu

David Siregar (3 tahun), adik korban, yang berdiri tak jauh dari lokasi kejadian kaget melihat sang abang “terjun” ke aliran sungai. Tak berpikir lama, dia putar arah dan berlari menuju rumah untuk memberi tahu ibunya.

Begitu mendapat informasi Firman jatuh ke sungai, Dewi pun berlari menuju lokasi  kejadian. Ia berteriak sekeras-kerasnya, “Tolong….tolong…tolong,” ujarnya.

Sejumlah tetangga yang mendengar teriakan itu berhamburan ke luar rumah. Mereka beramai-ramai menuju sungai.  Bersama anggota Polres Tapsel warga menyisir DAS (daerah aliran sungai) mencari korban.

BERITA TERKAIT  Diduga Miliki Sabu, Polisi Ringkus  3 Buruh Harian di Gudang PLN

Pencarian yang dilakukan kepolisian, TNI, polisi pamong praja dan warga membuahkan hasil. Sekitar pukul 22.30,  tubuh korban ditemukan tersangkut di tengah sungai dalam keadaan tak bernyawa.

Kedua orang tua korban sangat terpukul akibat musibah yang mereka alami. Ayah Firman, Muhammad Bunko Siregar (33), tampak berusaha tabah menerima kenyataan pahit yang dihadapi.

“Memang anaknya saya pamit ke sungai untuk buang air besar. Karena sudah biasa, ya saya bolehkan. Saya lupa mengingatkan supaya hati-hati karena sungai sedang besar,” kata Dewi sedih. (lily)

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here