BERBAGI
BAGS GODANG--H.M. Sofwat Nasution, Minggu malam (30/8-2020), bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat di Bagas Godang Panyabungan Tonga, Kecamatan Panyabungan, Madina. Dalam kesempatan itu, mereka mengundang bakal calon bupati yang berpasangan dengan Zubeir Lubisdi Pilkada Madina datang lagi bersilaturrahmi di tempat yang sama.

BERITAHUta.com—Sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat  silaturrahmi dengan bakal calon (balon) bupati Mandailing Natal (Madina), Sumut H. M. Sofwat Nasution di Bagas Godang  Panyabungan Tonga, Minggu malam (30/8-2020).

Dalam pertemuan itu, para tokoh adat dan tokoh masyarakat dari marga Nasution berharap Sofwat Nasution yang pada Pilkada Madina 2020 berpasangan dengan Ir. H. Zubeir Lubis (Sofwat-Beir) bisa mengadakan acara adat di Bagas Godang tersebut.

SIlaturrahmi H.M. Sofwat Nasution dengan para tokoh masyarakat dan tokoh adat berlangsung penuh kekeluargaan.

“Terima kasih atas harapan abang, anggi bope uda nami. Semoga pertemuan kita ini mendapat berkah dari Allah Swt.,” jawab Sofwat Nasution menanggapi harapan para  tokoh-tokoh.

Sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat yang ikut  berkumpul itu antara lain Burhan Nasution, Mahdansyah Nasution, Paruhama Nasution, Gunung Nasution, dan Sopian Nasution. “Masyarakat Gunung Tua juga sudah lama menunggu ke datangan Pak Sofwat di desa kami,” ujar Gunung.

BERITA TERKAIT  “Kutunggu Walau Tak Pasti”, Inilah Postingan Terakhir Kernet ALS-17 di “FB” Sebelum Tewas di Tol Merak
Pertemuan silaturrahmi H.M. Sofwat Nasution dengan para tokoh adat dan tokoh masyarakat itu penuh tawa dan canda.

Dalam kesempatan silaturrami yang juga dihadiri Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Madina Dodi Martua berlangsung santai dan penuh kekeluargaan.

Kepada Sofwat Nasution tokoh adat dan tokoh masyarakat itu sempat menyampaikan curahan hati (curhat) serta uneg-uneg mengenai keberadaan lembaga adat di Madina.

“Kami mengharapkan lembaga adat diberdayakan seperti masa Pak Amru (Amru Daulay, mantan bupati Madina-red),” kata Burhan.

BERITA TERKAIT  Pesantren Purba Baru Berduka,  2 Remaja yang Tenggelam di Sibanggor Santri Kelas 3

Para tokoh masyarakat dan tokoh adat itu mengumpamakan, dulu zaman Amru Daulay, jika ada acara tertentu mereka para tokoh adat dijemput camat di rumah masing-masing. “Kami rindu lembaga adat diberdayakan kembali,” kata seorang tokoh adat yang ikut pertemuan tidak direncanakan itu.

Mereka curhat mengenai pengembangan lembaga adat kepada H.M. Sofwat Nasution.

Bincang-bincang berlangsung rileks dan penuh kekeluargaan. Apalagi sebagian besar yang berkumpul sangat mengenal pribadi Sofwat Nasution.

Sesekali terdengar di antara mereka martarombo satu sama lain. Suasana akrab usai tahlilan itu berlangsung sekitar satu jam. “Semoga kita bisa bersilaturrahmi lagi di sini,” kata Paruhama Nasution. (*)

Peliput: Tim

Editor: Akhir Matondang

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here