BERBAGI
SILATURRAHMI--Sofwat Nasution didampingi Zubeir Lubis, Mustafa Bakri Nasution dan sejumlah tim pemenangan Spfwat-Beir bersilaturrahmi dengan tokoh-tokoh masyarakat Desa Hutatonga Angin Barat, Kecamatan Tambangan, Madina, Selasa (29/9-2020).

BERITAHUta.com–Tokoh masyarakat Desa Hutatonga Angin Barat, Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal (Madina), Sumut menyatakan wajib bagi mereka memenangkan H.M. Sofwat Nasution dan Ir. H. Zubeir Lubis (Sofwat-Beir) sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati Madina di Pilkada 9 Desember 2020.

Alasannya selain Zubeir Lubis berasal dari Kecamatan Tambangan, ternyata ompung (nenek-red) Sofwat Nasution juga berasal dari Desa Hutatonga Angin Barat.

Menurut Abdul Khatib, tokoh masyarakat Hutatonga Angin Barat, wajib bagi masyarakat setempat memenangkan pasangan Sofwat-Beir pada pemilihan bupati dan wakil bupati kali ini.

“Kami akan berusaha pasangan Sofwat-Beir menang telak di sini, kami wajibkan nomor tiga menang di desa kami,” katanya saat menerima kunjungan silaturrahmi Sofwat Nasution, Selasa siang (29/9-2020).

BERITA TERKAIT  Sofwat: Ada Pembodohan Mengenai Dana PKH dan BLT di Pilkada Madina

Selian Zubeir Lubis, turut dalam rombongan antara lain Mudir Musthafawiyah Purba Baru H. Mustafa Bakri Nasution, Ustad Nurdin, dan sejumlah tim pemenangan Sofwat-Beir.

Marwan, tokoh agama Desa Hutatonga Angin Barat, juga siap mengajak masyarakat memilih pasangan nomor tiga pada Pilkada Madina 2020. “In shaa Allah kami usahakan menang di desa ini,” katanya.

Sofwat Nasution menyatakan di dalam tubuhnya mengalir darah Hutatango Angin Barat. Neneknya yang belakangan tinggal di Desa Salambue, Kecamatan Panyabungan, Madina berasal dari Angin Barat.

BERITA TERKAIT  Tokoh Masyarakat Sebut Sofwat-Beir Bakal Menang Telak di Desa Hayu Raja

Ustad Nurdin yang juga berasal dari Hutatonga Angin Barat menyatakan tidak mengerti politk. Tapi kali ini tidak ada alasan baginya untuk tidak mendukung pasangan Sofwat-Beir di Pilkada Madina 2020.

“Dalam kurun periode kepemimpinan bupati belakangan ini nyaris tidak ada perubahan. Waktu zaman Pak Amru Daulay banyak perubahan, itu kita bisa saksikan,” katanya.

Insyaallah, kata dia, di tangam Sofwat-Beir Madina akan berubah. “Saya tidak mengerti politik, sejak ditinggal Amru Daulay begini-begini saja,” katanya. (*)

Peliput: Tim

Editor: Akhir Matondang

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here