BERBAGI
"UMAK-UMAK" PANYABUNGAN JAE--H.M. Sofwat Nasution bersama sebagian "umak-umak" Panyabungan Jae, Kecamatan Panyabungan, Madina usai acara pengajian dan dilaturrahmi, Selasa malam (22/9-2020). Kaum ibu dan nauli bulung desa ini sepakat mendukung Sofewat-Beir di Pilkada Madina 9 Desember 2020.

BERITAHUta.com—Umak-umak (kaum ibu-red) Desa Panyabungan Jae, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Semut mengeluh pendangkalan DAS (Daerah Aliran Sungai) Aek Mata kepada H.M. Sofwat Nasution, bakal calon (balon) bupati Madina.

Curahatan hati (curhat)  umak-umak itu mewarnai acara silaturrahmi Sofwat Nasution dengan kelompok pengajian ibu-ibu dan nauli bulung Panyabungan Jae, pada Selasa malam (22/9-2020).

H,M. Sofwayt Nasution dihadapan kaum ibu dan nauli bulung.

Pertemuan silaturrahmi berlangsung di rumah pasangan Yasrin dan Rohimah. Lebih 400 umak-umak dan nauli bulung berkumpul di tempat tersebut sehingga  tak mampu menampung rumah yang tergolong besar itu.

Sofwat Nasution datang bersama sejumlah guru Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, dan diisi tausiah Ustad A. Roni, juga dari Musthafawiyah.

Salimah, ketua kelompok pengajian umak-umak Panyabungan Jae, menyampaikan terima kasih atas kesediaan waktu sang jenderal bersilaturrahmi dengan mereka.

Pada kesempatan itu, Salimah pun menyampaikan sejumlah keluhan dengan kondisi yang dihadapi saat ini. “Kalau hujan masjid desa kami banjir. Tempat-tempat pendidikan di sini juga banjir. Tolonglah pak, kalau nanti menjabat bupati, keruk dulu Aek Mata itu,” katanya.

Inilah sebagian “nauli bulung” Panyabungan Jae yang menyatakan dukungan untuk pasangan Sofwat-Beir.

Menurut Salimah, DAS Aek Mata perlu dikeruk itu dari tempat mereka sampai Desa Adanjior dan Gunung Manaon. “Tai pak, ijulu (hulu-red), pe porlu dei i keruk. Arana sarupo dei pala ro udan, alai na i julu pe ona banjir dei pala ro udan.”

Sudah beberapa kali bupati, pihak PU (Dinas Pekerjaan Umum), dan camat datang melihat langsung kondisi banjir dialamai warga, baik saat banjir atau pasca banjir, ujar Salimah, namun sampai saat ini tidak ada sama sekali penanganan yang dilakukan mengatasi persoalan DAS Aek Mata.

BERITA TERKAIT  Memaknai Agenda Paripurna Pengesahan Hasil Pilkada Madina 2020, Hari Ini...

“Dengan kata lain, permohonan masyarakat tidak pernah digubris. Nah, sekarang kami mengadu ke bapak. Kalau bapak terpilih, tolonglah pak,” sebut Salimah.

Tidak hanya soal banjir yang kerap melanda perkampungan dan tempat fasilitas umum yang berada di sepanjang DAS Aek Mata, Salimah juga menyampaikan unek-unek soal bea siswa kepada mahasiswa.

Rumah yang tergolong besar ini sesak oleh “umak-umak” dan “nauli bulung” yang menyatakan dukungan ke Sofwat-Beir.

Salimah mengaku prihatin jika pemerintah daerah tidak peduli dengan pemberian bea siswa kepada pelajar dan mahasiswa berprestasi. “Memprihatinkan jika tidak ada bea siswa bagi mereka yang kurang mampu.”

Bahkan, kata dia, seharusnya bukan hanya mahasiswa yang tidak mampu yang diberikan bea siswa, tetapi kepada setiap pelajar serta mahasiswa berprestasi. “Ini baru adil. Ukurannya adalah berprestasi,” ujar Salimah.

Menanggapi hal itu, usai memperkenalkan diri kepada jemaaah pengajian dan nauli bulung, Sofwat Nasution menyebutkan sesuai visi dan misi pasangan balon bupati dan wakil bupati H.M. Sofwat Nasution dan Ir. H. Zubeir Lubis (Sofwat-Beir) yaitu “Mewujdukan Madina yang Cerdas, Relegius dan Sejahtera”  maka masyarakat tidak perlu khawatir lagi soal bea siswa.

“Tidak perlu khawatir soal bea siswa, itu in shaa Allah aman jika kami terpilih. Semua nanti kami benahi. Bagaimana kita mewujudkan cerdas, jika masalah pendidikan diabaikan,” kata Sofwat Nasution.

BERITA TERKAIT  Penasehat KKSU Saudi Arabia Tegaskan Tidak Ada Dukungan untuk Aswin Parinduri

Mengenai banjir yang kerap melanda DAS Aek Mata, Sofwat Nasution juga mengaku sudah dapat informasi itu karena hal serupa juga terjadi mulai dari perkampungan di sekitar hulu sungai, yaitu Hutasiantar, Banjarsibaguri, Pasar Hilir, Panyabungan Tonga, Panyabungan Jae, sampai Adanjior.

In shaa Allah umak-umak nami, doakan saya jadi bupati. Pilih kami, pasangan Sofwat-Beir, semua nanti kita benahi karena niat saya maju ikut Pilkada Madina karena ingin membenahi kabupaten kita ini,” jelas jenderal yang satu angkatan di Akmil bersama gubernur Sumut dan pangdam Bukit Barisan..

Najolo dompak menek, hampir tiop ari au maridi i Aek Mata an, tai sannari kondisina memprihatinkon. Selain pendangkalan yang sangat parah, juga banyak sampah. Ini juga perlu jadi perhatian warga, agar tak buang sampah ke DAS,” kata Sofwat Nasution.

Seorang mahasiswi di Semarang, Tsaniyah, yang juga nauli bulung Panyabungan Jae berharap jika Sofwat Nasution terpilih jadi bupati supaya memperhatikan masalah ketersediaan lapangan kerja bagi kaum nauli bulung.

Selain itu, pemerintah daerah memperhatikan sarana dan prasarana pendidikan. “Termasuk sarana dan prasarana pengajian nauli bulung,” katanya.

Para kaum umak-umak dan nauli bulung Panyabungan Jae sepakat dan sangat menggebu-gebu memberikan dukungan kepada pasangan Sofwat-Beir. Sehingga selama pertemuan itu, kerap terdengar teriakan yel yel dukungan bagi pasangan yang saat ini diunggulkan memenangkan Pilkada Madina 9 Desember 2020. (*)

Peliput: Tim

Editor: Akhir Matondang

 

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here