BERBAGI
Warga nekat berjalan di besi reruntuhan jembatan yang menghubungkan Aek Natas dan Desa Dolog Godang, Kecamatan Batang Angkola Selatan, Tapsel. Ini mereka lakukan disebabkan tidak ada pilihan lain jika ingin keluar atau masuk kampung yang sedang terisolir.

BERITAHUta.com—Sejumlah pekerja mulai membuat jembatan sementara agar aktifitas warga cepat normal pasca robohnya jembatan yang menghubungkan Desa Aek Natas dan Desa Dolok Godang, Kecamatan Batang Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumut.

Saat ini warga yang hendak menyeberang sungai terpaksa berjalan di atas sisa-sisa reruntuhan material jembatan. Kaum wanita, lelaki, termasuk anak-anak tampak nekat berjalan di besi jembatan yang tidak ikut terendam air.

Satu per satu warga berjalan pelan di atas besi baja sembari memegang material lainnya. Untuk menghilangkan rasa takut, mereka terliha tertawa dan sambil saling ejek. “Kita harus buang jauh-jauh rasa takut jika ingin menyeberang,” kata seorang wanita paroh baya.

Sebenarnya tindakan warga sangat berisiko, apalagi sungai termasuk dalam dan deras. Namun mereka tak punya pilihan lain, karena inilah salah satu-satunya jalur yang bisa dipakai jika ingin keluar dari desa di seberang sungai.

BERITA TERKAIT  Diguyur Hujan Setengah Jam, Pasar Lama Panyabungan Dilanda Banjir

“Jembatan ini sangat penting. Banyak warga beraktifitas ke luar, termasuk para palajar tingkat SMP dan SMA,” kata Amran Marbun, kades Aek Natas.

Seperti diketahui, jembatan yang menghubungkan Desa Aek Natas dan Desa Dolok Serdang, Kecamatan Angkola Selatan, Tapsel roboh saat satu unit mobil Colt Diesel BA-8515-PU sedang melintas di atasnya pada Rabu (16/1), sekitar pukul 22.30.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, mobil jenis dum truk warna kuning tersebut ikut tercebur ke sungai bersama material jembatan.

Saat ini jalur lalu lintas menuju Desa Dolok Godang putus total. Ratusan kepala keluarga (KK), dengan penduduk sekitar 1.500 jiwa terisolir. Aktifitas ekonomi dan sekolah anak-anak sedikit terganggu.

BERITA TERKAIT  Fahrizal Efendi Minta Polda Sumut Tak Petieskan Tragedi “Maut” PT SMGP

Amran Marbun berharap pemkab bisa cepat memperbaiki jembatan sepanjang sekitar 30 meter itu.”Kami berharap pihak terkait bisa cepat mengatasi persoalan ini. Aktifitas warga saat ini sangat terganggu,” katanya.

Camat Batang Angkola Selatan Zamhir mengatakan robohnya jembatan tersebut diduga karena termakan usia. “Jembatan ini sudah berumur hampir 20 tahun. Lantainya yang terbuat dari papan sudah lapuk. Bahkan besi baja sebagai penyangga jembatan sudah keropos,” katanya.

Bupati Tapsel H. Syahrul M. Pasaribu sudah memerintahkan pihak terkait agar segera membuat jembatan darurat dan membangun jembatan permanen. (lily lubis)

 

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here