BERBAGI
RESMIKAN MADRASAH--Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi meresmikan madarasah di Desa Lumban Dolok, Kecamatan Siabu, Madina, pada Senin, (4/10-2021). (foto: istimewa)

BERITAHUta.com– Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Sumut Atika Azmi Utammi mengatakan pihaknya sedang berusaha meningkatkan insentif bagi guru-guru MDA (Madrasah Diniyah Awaliyah) di daerah ini. Ini dalam rangka meningkatkan kesejahteraan para tenaga pendidik.

“Kepada asisten dan kepala Bagian Kesra (Kesejahteraan Rakyat), ikutlah pemkab membantu agar Madina semakin berkah,” katanya ketika meresmikan ruang belajar dan kantor baru madrasah Guppi, Desa Lumban Dolok,  Kecamatan Siabu, Madina, pada Senin, (4/10-2021).

Wakil bupati menambahkan, “In syaa Allah insentif guru MDA di Madina akan ditingkatkan secara bertahap. Mudah-mudahan bisa kita anggarkan, kami sedang berupaya soal ini.”

BERITA TERKAIT  Gubsu Imbau Masyarakat Tak Tiup Terompet pada Malam Tahun Baru 2019

Didampingi antara lain Asisten III Setdakab Madina Syahnan Batubara, Atika Azmi Utammi menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada semua donatur pembangunan penambahan ruang kelas madrasah tersebut yang bersumber dari dana swadaya masyarakat setempat maupun dari para perantau.

Dia berharap dengan bertambahnya bangunan sekolah ini menjadikan simbol perluasan dalam pengajaran ilmu agama Islam. “Pada zaman sekarang kita sangat prihatin melihat kelakuan anak-anak, mereka sering membantah ucapan orangtua. Tugas kita bersama mendidik generasi muda kita,” sebut Atika Azmi Utammi.

BERITA TERKAIT  Proyek Pasar Maga Mangkrak, Sepanjang Januari di Lokasi Tak Ada Aktivitas

Sementara itu, Kepala Madrasah Marjan Said Pulungan menyampaikan terima kasih atas kehadiran wakil bupati pada peresmian sekolah tersebut.

“Kehadiran ibu wakil bupati Madina menjadi suatu kehormatan bagi kami. Perlu kami laporkan, pembangunan ruang kelas baru ini merupakan suatu bukti persatuan masyarakat Lumban Dolok, baik yang di kampung maupun perantauan. Mudah-mudahan apapun kita inginkan untuk perbaikan kampung, pasti bisa,” katanya.

Sapran Lubis, ketua pembangunan madrasah, menyebutkan dana swadaya masyarakat—termasuk perantau–untuk pembangunan dua ruang kelas madrasah sejumlah Rp158 juta. (*)

Editor: Akhir Matondang

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here