BERBAGI
Sejumlah warga melihat kondisi Ilah (26) yang ditemukan hanyut di Aek Batang Pungkut, Desa Hutapungkut Jae, Kecamatan Kotanopan, Madina. Belum diketahui pasti penyebab korban terbawa derasnya sungai tersebut.

BERITAHUta.com—Seorang janda muda bernama Ilah (26), warga Desa Hutapungkut Julu, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandaiing Natal (Madina), ditemukan tewas di Aek Batang Pungkut, Desa Hutapungkut Jae, Kotanopan, pada Jumat (23/11), sekitar pukul 16.00.  Belum jelas penyebab hanyutnya korban, namun diduga karena penyakit yang dideritanya kambuh.

Penemuan jenazah Ilah berawal  ketika sejumlah warga yang sedang asik bermain handphone di belakang sebuah kedai kopi di Dusun Sabagarabak, Hutapungkut Jae.

Salah seorang di antara enam orang yang sedang duduk-duduk di belakang kedai kopi tiba-tiba melihat benda menyerupai tubuh manusia hanyut di Aek Batang Pungkut. “Eh…songon alak na mayup i aek an bo (eh…yang hanyut di sungai seperti badan orang-red),” kata lelaki paroh baya itu.

Mendengar kalimat itu sontak pandangan rekan-rekannya tertuju ke sungai yang berjarak sekitar 20 meter dari tempat mereka duduk. Merasa penasaran, mereka pun lari ke arah sungai untuk memastikan benda yang hanyut tersebut.

Setelah berada di tepi sungai, ternyata benar. Benda  yang mereka lihat adalah tubuh seorang wanita yang tidak mengenakan pakaian sama sekali.

Syahrul (40), langsung melompot ke DAS (daerah aliran sungai). Sembari mengikuti derasnya air sungai ia berusaha menangkap korban. Namun derasnya arus sungai membuat usahanya agak terhalang.

Sesekali, Syahrul berteriak agar warga yang ada di sekitar sungai turut membantu menangkap tubuh wanita tersebut. Beberapa orang warga Hutapungkut Jae pun berhamburan ke DAS.

Setelah sekitar 400 meter dari belakang kedai kopi, atau tepatnya di Lubuk Bolak, Dusun Sabagarabak, Hutapungkut Jae,  Alex berhasil menangkap tubuh wanita tersebut.

Alex, yang warga Hutapungkut Jae, bersama lima warga lainnya berhasil mengangkat tubuh wanita berbadan gemuk itu ke darat.

Setelah dibaringkan di pinggir sungai, sebagian warga mencari kain sekadar menutup tubuh korban yang tak dibalut sehelai benang pun.

“Kebetulan ada kain dan baju warga yang biasa manggore di sungai, itulah kami pakai menutupi tubuh korban,” kata seorang warga.

Pada saat itu diketahui Ilah sudah meninggal. Beberapa warga yang ikut dalam upaya evakuasi ternyata mengenal korban, sehingga salah seorang di antaranya langsung disuruh menghubungi pihak keluarga di Hutapungkut Julu.

Menurut warga, saat ditemukan Ilah diperkirakan belum lama meninggal. Sebab di sekitar pelipis kiri wanita yang pernah menikah dengan pemuda asal Dusun Randohot, Hutapungkut Julu, itu masih mengalir darah segar yang diduga akibat terbentur batu saat tubuhnya terbawa arus Aek Batang Pungkut.

Belum diketahui penyebab hanyutnya anak dari pasangan Luddin dan Samsidar itu. Dugaan sementara akibat penyakit ayan yang diderita korban kambuh saat ia berada di tepi sungai di Hutapungkut Julu.

Mengenai baju yang dipakai korban ada dua kemungkinan, robek diterjang derasnya sungai atau ia jatuh ke sungai pada saat sedang mandi di Aek Batang Pungkut.

Jarak Hutapungkut Julu ke Lubuk Bolak sekitar dua kilometer. “Warga yang pulang dari sawah atau kebun tidak ada yang melihat korban hanyut karena umumnya mereka melintas lewat rambin karena sungai agak deras,” kata Ridwan, warga yang ikut melihat korban hanyut dari belakang kedai kopi.

Sumber lain menyebutkan, warga yang sedang ke sungai untuk MCK (mandi, cuci, kakus) pun hanya sampai di pinggir sungai saja sehingga perhatian mereka tidak ke arah tengah DAS. “Untunglah kami melihat dari kejauhan,” katanya.

Ilah pernah menikah dengan warga Dusun Randohot, masih satu desa dengan korban. Namun hanya bertahan sebentar, lalu mereka pun berpisah. (tim-01)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here