PANYABUNGAN, BERITAHUta.com—Para alumni menyadari ada suatu kekuatan yang diduga ingin mempertahankan M. Nuh Nasution sebagai kepala sekolah (Kepsek) SMA Negeri 1 Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Sumut. Ironisnya, kekuatan itu seolah sama sekali tak peduli dengan kondisi sekolah yang prestasi siswanya makin anjlok.
Demikian antara lain kesimpulan dari perbincangan sejumlah alumni SMA Negeri 1 Panyabungan menyikapi makin merosotnya prestasi sekolah yang beralamat di Kelurahan Kayujati, Panyabungan.
Perbincangan atau diskusi kecil-kecilan dalam beberapa hari terakhir ini kerap dilakukan para alumni, baik secara langsung maupun melalui grup WhatsApp.
“Para alumni senior mengaku prihatin dengan kondisi SMA Negeri 1 Panyabungan. Pembicaraan masih secara informal, kemungkinan habis Hari Raya ditindaklanjuti,” kata seorang sumber yang tak mau ditulis namanya kepada media ini, Senin (24/3/2025).
Dia menyebutkan mereka yang diduga ingin mempertahankan M. Nuh selaku kepsek seolah tak pernah mau tahu terhadap kualitas lulusan SMA Negeri 1 Panyabungan.
“Memang ada juga beberapa alumni senior mengaku segan membahas soal jabatan M. Nuh. Meskipun sebenarnya mereka akui dia (M. Nuh) sudah tak layak memimpin sekolah tersebut. Apalagi sudah 10 tahunan menjabat di sekolah tersebut,” ujarnya.
Menurut saya, lanjutnya, orang yang mengaku sulaha (segan-red) membahas masa depan SMA Negeri 1 Panyabungan adalah bagian dari kelompok yang ingin menghancurkan sekolah itu dan mereka tak kasihan terhadap masa depan generasi muda.
Hal itu lantaran sudah terang benderang, dalam 10 tahun terakhir, sejak M. Nuh menjabat kepsek di sekolah tahun 2014, kualitas akademik lulusan SMA Negeri 1 Panyabungan tak pernah sama sekali mampu bersaing dengan lulusan SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas) lain, setidaknya di tingkat Madina.
Dalam suatu diskusi beberapa alumni dalam beberapa hari terakhir—tidak dijelaskan tatap muka atau lewat grup WhatsApp—terungkap suatu cerita beberapa tahun lalu bahwa ada alumni senior menyampaikan usulan agar kepsek SMA Negeri 1 Panyabungan dievaluasi mengingat prestasi sekolah tersebut kian memprihatinkan.
Indikatornya yang disampaikan saat itu antara lain, jumlah siswa yang diterima di PTN (Perguruan Tinggi Negeri) makin berkurang dan tidak pernah meraih peringkat pertama, kedua atau ketiga di antara SLTA di Madina, baik seleksi melalui SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) yang kerap disebut jalur undangan atau jalur test.
Diceritakan, saat itu kepala Dinas Pendidikan Sumut dijabat Asren Nasution. Namun, ketika usulan mengevaluasi kepsek SMA Negeri 1 Panyabungan disampaikan, dia langsung mengatakan untuk saat itu belum memungkinkan karena tidak bakal disetujui salah seorang pejabat tinggi di Pemprov Sumut.
“Untuk saat ini belum memungkinkan,” demikian kira-kira jawaban Asren Nasution.
BACA JUGA:
SMA Negeri 3 Terbaik di Madina, SMA 1 ‘Terjungkal’ Berdasarkan Kelulusan SNBP 2025
Memalukan, SMA Negeri 1 Panyabungan (juga) Kalah dengan SMA dengan SMAN 1 Panyabungan Utara
Prestasi SMA Negeri 1 Panyabungan Makin Terperosok, ke-8 Setelah SMA 1 Kotanopan
Seperti diberitakan, saat ini prestasi akademik siswa SMA Negeri 1 Panyabungan makin merosot. Hal ini kembali menjadi sorotan masyarakat, terutama alumni yang peduli dengan masa depan sekolah ini, lantaran jumlah siswa yang diterima SNBP 2025 sangat minim, bahkan kalah bersaing dengan SMA negeri yang ada di Natal, Siabu, Panyabungan Utara, dan Kotanopan—yang notabene kecamatan di luar ibu kota kabupaten.
Adapun peraih delapan besar peraih terbanyak jumlah siswa—lingkup Depdikbudristek dan Kemenag–yang diterima melalui jalur SNBP 2025 di Madina berdasarkan data yang sudah didapat media ini adalah: Urutan pertama, SMA Negeri 3 Panyabungan: 47 siswa.
Kedua, MAN (Madrasah Aliyah Negeri) 1 Madina: 41 siswa. Ketiga, SMA Negeri 2 Plus Panyabungan: 38 siswa. Keempat, SMA Negeri 1 Natal: 30 siswa. Kelima, SMA Negeri 1 Panyabungan Utara: 11 siswa. Keenam, SMA Negeri 1 Siabu: 9 siswa. Ketujuh, SMA Negeri 1 Kotanopan: 8, dan ke-8 atau juru kunci yakni SMA Negeri 1 Panyabungan: 7 siswa.
Pasca pemberitaan Beritahuta.com mengenai merosotnya prestasi SMA Negeri 1 Panyabungan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, berbagai komentar bertaburan di media sosial, seperti grup-grup WhatsApp, Facebook, dan Tiktok.
Umumnya nitizen menghendaki pergantian kepsek serta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sekolah yang telah banyak melahirkan tokoh-tokoh nasional dan akademisi berbagai disiplin ilmu bergelar profesor, doktor, dokter, dan strata pendidikan lainnya.
Jika tidak karena faktor letak strategis di pusat ibu kota kabupaten dan kebijakan sistem zonasi, tidak menutup kemungkinan SMA Negeri 1 Panyabungan bakal minim pendaftar murid baru. (*)
Editor: Akhir Matondang