PANYABUNGAN, BERITAHUta.com—SMA Negeri 1 Panyabungan bukan hanya kalah dengan SMA Negeri 1 Siabu soal jumlah siswa yang diterima lulus jalur SNBP 2025, tetapi juga ‘keok’ dibanding prestasi SMA Negeri 1 Panyabungan Utara.
Ini betul-betul memalukan dan menjadi catatan kelam terhadap perjalanan sejarah sekolah yang dulu prestasi lulusannya tak tertandingi SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas) lain di Mandailing Natal (Madina), Sumut.
Barometer merosotnya prestasi SMA Negeri 1 Panyabungan antara lain dilihat dari jumlah siswa yang diterima melalui jalur SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) dan SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.
Pada penerimaan SNBP 2025 ini, misalnya, jumlah siswa SMA (Sekolah Menengah Atas) Negeri 1 Panyabungan yang lulus jalur ini hanya tujuh orang. Yakni, Yulia Annisyah (Teknik Sipil dan Lingkungan IPB).
Lalu, Unimed (2 siswa),Universitas Andalas (1), Universitas Negeri Padang (1), Universitas Pendidikan Indonesia (1), dan Politeknik Negeri Medan (1).
Dari semua SLTA di Madina, baik lingkup Depdikbud maupun Kemenag, berdasarkan data sementara didapat media ini, SMA Negeri 1 Panyabungan menempati peringkat ketujuh terbanyak diterima melalui SNBP 2025.
Menyedihkan, lantaran sekolah yang dulu banyak melahirkan tokoh-tokoh nasional dan akademisi bergelar profesor, doktor, dan dokter ini tak mampu bersaing dengan SMA Negeri di luar kecamatan ibu kota kabupaten, seperti Natal, Panyabungan Utara, dan Siabu.
Meskipun belum dapat data resmi, sumber yang layak dipercaya menyebutkan tahun ini ada 30 siswa SMA Negeri 1 Natal lulus SNBP. Dengan demikian, sekolah ini menempati peringkat empat setelah SMA Negeri 3 Panyabungan, MAN 1 Madina, SMA Negeri 2 Plus Panyabungan.
Peringkat terbanyak lima adalah SMA Negeri 1 Panyabungan Utara. Sesuai list kelulusan SNBP 2025 yang didapat Beritahuta.com, sekolah beralamat di Desa Rumbio ini meluluskan 11 siswa.
Ranking enam didapat SMA Negeri 1 Siabu. Tercatat sembilan siswa melenggang masuk PTN lewat jalur SNBP 2025. Dua di antaranya masuk USU (Universitas Sumatera Utara), masing-masing: Chintia Fourtabita Siregar (Sastra Inggris) dan Maulana Ibrahim (Peternakan).
Peringkat seven digenggam erat SMA Negeri 1 Panyabungan, yang hanya mampu mengantarkan tujuh siswa lulus SNBP 2025.
Seorang alumni SMA Negeri 1 Panyabungan kepada Beritahuta.com, Jumat (21/3/2025) malam, menyebutkan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir nyaris tak ada prestasi SMA Negeri 1 Panyabungan yang dapat dibanggakan. “Uniknya, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumut seolah tutup mata,” kata alumni 1988 itu.
Berdasarkan hasil SNBP 2025, SMA Negeri 3 Panyabungan merupakan sekolah SLTA terbaik saat ini di Madina jika acuannya jumlah siswa yang diterima melalui jalur ‘undangan’. Karena sekolah berlokasi di Komplek STAIN Madina tersebut meluluskan 47 siswa .
Tahun ini Smantig, sebutan SMA Negeri 3 Panyabungan, juga ‘mengantarkan’ seorang siswanya pada program studi Kedokteran di Universitas Bengkulu, yaitu: Ainul Anwar Lubis asal pantai barat Madina.
Jumlah terbanyak kedua adalah MAN (Madrasah Aliyah Negeri) 1 Madina: 41 siswa. Jumlah ini makin turun dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Dari 41 siswa, dua di antaranya diterima di Universitas Indonesia (UI) Jakarta dan satu orang di Institut Pertanian Bogor (IPB).
Ketiga: SMA Negeri 2 Plus Panyabungan dengan jumlah 38 siswa. Sekolah ini antara lain meluluskan: Mawar Meilani Habibah Nasution pada Jurusan Psikologi (S-1) UI.
Keempat, SMA Negeri 1 Natal dengan jumlah 30 siswa. Banyaknya diterima lewat SNBP 2025 dari sekolah ini—konon– antara lain disebabnya jumlah murid kelas tiga tergolong banyak.
Kelima: SMA Negeri 1 Panyabungan Utara. Dari sekolah ini, terdapat 11 siswa lulus jalur SNBP. Dari jumlah itu, lima di antaranya masuk USU, Universitas Andalas Padang (2 siswa), Universitas Negeri Medan (2 siswa), Universitas Negeri Padang (1 siswa), dan UIN Sumut (1).
Keenam: SMA Negeri 1 Siabu. Sekolah ini mengirim sembilan anak didiknya masuk PTN melalui jalur prestasi.
Ketujuh: SMA Negeri 1 Panyabungan. Sekolah ini dulu favorit, tetapi sekarang nama besar itu tinggal kenangan. Tahun ini, sekolah beralamat di Kayujati hanya meluluskan tujuh siswa melalui SNBP. Seorang di antaranya, diterima di Teknik Sipil dan Lingkungan IPB, yaitu: Yulia Annisyah. (*)
Editor: Akhir Matondang