PANYABUNGAN, BERITAHUta.com—Peringkat SMA Negeri 1 Panyabungan dalam hal jumlah siswa yang diterima SNBP 2025 kian terperosok. Jika sebelumnya menempati ranking tujuh di antara SLTA yang ada Mandailing Natal (Madina), Sumut, informasi terbaru turun lagi satu strip, menjadi kedelapan.
SMA Negeri 1 Kotanopan unggul satu siswa yang diterima masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) tahun 2025 dibanding SMA Negeri 1 Panyabungan.
SMA Negeri 1 Panyabungan tujuh siswa, sedangkan SMA Negeri Kotanopan delapan siswa. Mereka yang lulus SNBP 2025 dari SMA Negeri 1 Kotanopan yakni: Miftahul Riski (Jurusan Fisika/S-1 Universitas Negeri Medan; Nasuha Ainun Farisah (Jurusan Farmasi/D-3 Poltekkes Medan).
Lalu, Fizrah Khairani (Jurusan Sanitasi Lingkungan/D-4 Poltekkes Medan); Sahriani Amanda (Jurusan Laboratorium Medis/D-3 Poltekkes Medan); Nazwa Ahsana Lubis (Jurusan Fisioterapi/D-3 Poltekkes Medan); dan dua siswa lagi diterima di UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padang Sidimpuan, masing-masing Irwan Hidayat (Jurusan Teknologi Inoformasi/S-1) serta Rahmadani Lubis (Jurusan Desain Komunikasi/S-1).
Dengan demikian sampai, Minggu (23/3/2025), berdasarkan informasi yang didapat Beritahuta.com, prestasi SMA Negeri 1 Panyabungan makin terperosok pada posisi kedelapan terkait jumlah siswa yang diterima SNPB 2025. Sekolah yang dulu favorit di Madina, ini harus kalah bersaing dengan SMA negeri yang ada di kecamatan luar ibu kota kabupaten, yaitu: Natal, Panyabungan Utara, Siabu, dan Kotanopan.
Dengan demikian urutan delapan besar peraih terbanyak jumlah siswa SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas)—lingkup Depdikbudristek dan Kemenag–yang diterima melalui jalur SNBP 2025 di Madina berdasarkan data yang didapat media ini adalah: Pertama, SMA Negeri 3 Panyabungan meluluskan 47 siswa.
Kedua, MAN (Madrasah Aliyah Negeri) 1 Madina tercatat 41 siswa. Ketiga, SMA Negeri 2 Plus Panyabunga diterima 38 siswa. Keempat, SMA Negeri 1 Natal dengan jumlah 30 siswa. Kelima, SMA Negeri 1 Panyabungan Utara sebanyak 11 siswa. Keenam, SMA Negeri 1 Siabu terdapat sembilan siswa. Ketujuh, SMA Negeri 1 Kotanopan dengan delapan siswa, dan juru kunci SMA Negeri 1 Panyabungan tujuh siswa.
BACA JUGA:
SMA Negeri 3 Terbaik di Madina, SMA 1 ‘Terjungkal’ Berdasarkan Kelulusan SNBP 2025
Memalukan, SMA Negeri 1 Panyabungan (juga) Kalah dengan SMA dengan SMAN 1 Panyabungan Utara
Sementara itu pasca pemberitaan Beritahuta.com mengenai merosotnya prestasi SMA Negeri 1 Panyabungan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, terutama minimnya siswa diterima melalui jalur SNBP, berbagai komentar bertaburan di media sosial, seperti grup-grup WhatsApp, Facebook, dan Tiktok.
Umumnya nitizen menghendaki pergantian kepala sekolah serta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sekolah yang banyak melahirkan tokoh-tokoh nasional dan akademisi berbagai disiplin ilmu bergelar profesor, doktor, dokter, dan strata pendidikan lainnya.
Aspirasi supaya kepala sekolah SMA Negeri 1 Panyabungan pun diganti menggema kembali. “Sebagai alumni SMAN 1 Panyabungan angkatan 1998 sudah sepantasnya kepala sekolah diganti karena tiap tahun prestasi anak2 terus merosot,” tulis pemilik akun Henri Husein Nasution dalam akun facebook-nya.
“Se7 bganda, sangat jauh merosot prestasi dan nilai akademik smansa,” komentar pemilik akun Umar Billah Ali Alfarukh menanggapi status Henri Husein Nasution.
“Sangat miris…Saya alumni 96, semoga kedepannya ada perbaikan,” tulis pemilik akun panyusunannst di aplikasi Tiktok.(*)
Editor: Akhir Matondang