BERBAGI
Erwin Efendi Lubis, ketua DPRD Madina (foto: akhir matondang)

PANYABUNGAN, BERITAHUta.com—Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina), Sumut Erwin Efendi Lubis sangat memahami kekesalan H.M. Jakfar Sukhairi Nasution, bupati setempat, terhadap pihak PT. Jaya Konstruksi (Jakon) yang sedang mengerjakan proyek jalan di kabupaten ini.

“Saya pikir kekesalan pak bupati itu wajar. Bahkan, sangat wajar sebab beliau adalah penanggung jawab daerah. Apapun yang terjadi di sini, secara tak langsung bakal menjadi tanggung jawabnya, “ kata Erwin Efendi kepada wartawan pada, Selasa petang (29/11-2022).

Ia menyebutkan hal itu menanggapi kunjungan Jakfar Sukhairi ke kantor Jakon di Pidoli Dolok, Panyabungan, Madina. Bupati tampak kesal atas pola kerja perusahaan besar itu, antara lain lambatnya galian bahu jalan ditutup.

Erwin mengatakan banyak keluhan masyarakat sampai ke bupati. Terutama mengenai galian bahu jalan dan pengerokan badan jalan yang dibiarkan berlama-lama tidak ditutup. “Termasuk abu yang ditimbulkan saat mereka kerja,” katanya.

Hal seperti itu, kata dia, menjadi beban pikiran bupati. Ini mestinya ditafsirkan Jakon bahwa pemkab mendesak supaya pekerjaan tersebut supaya cepat selesai.

Menurut Erwin, tidak ada aturan setelah dilakukan penggalian bahu jalan atau pengerokan badan jalan, harus dibiarkan berminggu-minggu baru bisa ditimbun atau diaspal.

Penutupan galian langsung bisa dikerjakan jika proses penggalian sudah sesuai ketentuan. “Tidak ada aturan harus ditunggu sekian lama, baru ditutup,” tegas anggota dewan dari Fraksi Gerindra.

BERITA TERKAIT  Saat RDP dengan Polda Sumut: Fahrizal Efendi Sebut PT SMGP Perusahaan Abal-Abal
Hingga pukul 17.30, Selasa (29/11), galian di sekitar depan MAN 1 Madina belum ditutup pihak Jakon. (foto: akhir matondang)

Kita mendukung proyek pembangunan jalan yang dikerjakan Jakon, lanjutnya, namun proses pelaksanaannya terlihat sangat lambat. Padahal lokasi mereka kerja merupakan akses jalan lintas Sumatera yang memang tidak ada alternatif lain.

Sebab itu, jika Jakon melakukan penggalian bahu jalan atau pengorekan badan jalan, hendaknya tidak ditinggalkan terlalu lama karena dapat menimbulkan kecelakaan. “Kita dukung pembangunan jalan ini, hanya teknis di lapangan saja yang perlu kita ingatkan supaya tidak menimbulkan masalah,” kata Erwin.

Sebab itu, dia berharap Jakon bisa kerja efektif dan sesingkat mungkin dengan kalkulasi yang bisa dipertanggung jawabkan. Apalagi bupati Madina sudah beberapa kali mengeluhkan kinerja Jakon.

Mengenai kontribusi Jakon terhadap pajak daerah, sepengetahuan Erwin hingga saat ini belum ada, terutama soal galian C.

Belum lama ini, bupati sudah menyurati Jakon untuk dilakukan penghitungan pajak yang harus mereka bayar. “Masak perusahaan sebesar Jakon begitu lambat menghitung kewajiban mereka. ini Jakon atau sub atas nama Jakon,” tegas Erwin.

Seperti diberitakan media ini, Jakfar Sukhairi, Selasa pagi (29/1-2022), mendatangi kantor Jakon di Pidoli Dolok. Ia mengaku kesal atas keterlambatan perusahaan itu menutup bekas galian di bahu jalan sehingga rawan terjadi kecelakaan.

“Coba bayangkan sudah tiga minggu loh belum ditutup-tutup. Sedikit saja ban mobil slip pasti jatuh, dibiarin aja udah sebulan,” ujarnya.

BERITA TERKAIT  Disdukcapil Sosialisasi Cara Daftar Identitas Kependudukan Digital

Akibat pembiaran yang cukup lama itu menyebabkan tiap hari macet. “Sopan santun pun tak ada, izin juga tidak ada, suka-suka hati kalian aja,” tegas bupati.

Dia mengaku sudah tiga kali menyampaikan keluhan kepada kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Madina agar galian segera ditutup, mengingat jalan fasilitas umum.

“Kita kesini untuk mendorong Jakon profesional. Mereka juga supaya cepat melakukan penutupan galian, yang kita khawatirkan nanti ada kecelakaan dan menimbulkan korban,” tegas Jafar Sukhairi.

Bahkanm jika Jakon tidak menggubris keluhan itu, tidak menutup kemungkinan pemkab tidak memberikan izin pemakaian jalan kabupaten.

Kepala Operasi PT Jakon Feri menyebutkan, pihaknya bukan melakukan pembiaran, tapi terkendala peralatan yang rusak.

“Sempat memang kita terkendala dengan alat pemadat. Kemarin pas kita mulai gali kebetulan alat pemadatnya rusak, dan alatnya sudah kita datangkan yang baru, dan bisa melanjutkan pekerjaan,” katanya.

Beberapa jam setelah bupati melampiaskan kekesalan di kantor Jakon, perusahaan ini baru menutup galian pada bahu jalan. Hingga jelang magrib, sejumlah pekerja dibantu dua alat berat dan beberapa dum truck, masih melakukan penutupan galian di jalinsum Dalan Lidang, Panyabungan. (*)

Editor: Akhir Matondang

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here