MURATARA, BERITAHUta.com—Maleh alias Male, sopir kedua ALS 346 yang terbakar di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan pada, Rabu (6/5/2026), berasal dari Desa Singengu, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut.
Dalam musibah kecelakaan ini, Male yang berumur sekitar 40 tahun tewas bersama dua kru ALS 346 lainnya, yakni Alif dan sorang lagi sebagai kernet. Alif adalah sopir utama—biasa disebut cincu—bus nahas tersebut.
Meski belakangan Male sering tampak di Singengu, namun sebenarnya dia tinggal di Kota Medan bersama istri dan dua anaknya. Sang istri berasal dari Desa Simpang Tolang, Kecamatan Kotanopan.
Seorang warga Singengu mengatakan sepengetahuannya sejak dulu Male kerja di ALS, baik sebagai kernet maupun sopir. “Tadi di rumah istrinya di Simpang Tolang saya lihat agak ramai,” kata seorang ibu berprofesi sebagai guru kepada Beritahuta, Kamis (7/5/2026).
Sedangkan Alif (44) berasal dari Purwokerto. Ia sudah lama tinggal di Medan, bahkan lantaran lama bergaul dengan lingkungan ALS dia pun bisa berbahasa Mandailing.
Sebelum menjadi cincu dan sopir, Alif merupakan kernet pada sejumlah bus ALS.
Lelaki yang kerap memakai topi ini mulai dipercaya pemilik bus ALS sebagai cincu sekitar setahun terakhir. Awalnya cincu ALS 68, yang sekitar 2025 lalu mengalami kecelakaan di Kotabumi, Lampung Utara.
Lalu, belakangan dia pindah ke ALS 346. Sebelum jadi cincu, dia beberapa kali sebagai sopir kedua di sejumlah armada bus trayek terpanjang di tanah air ini. Antara lain: ALS 64 dan ALS 53.
Sedangkan kernet yang meninggal, belum diketahui secara pasti nama dan alamatnya. Informasi didapat media ini menyebutkan berasal dari Panyabungan, Madina. “Dia baru kali ini jadi kernet ALS. Ini trip pertamanya,” kata seorang sopir ALS.
Identifikasi
Sementara itu, kepolisian telah mengungkap identitas korban selamat dan meninggal dalam kecelakaan maut bus ALS 346 yang terbakar usai bertabrakan dengan truk tangki di Jalinsum Simpang Danau, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Rabu (6/5/2026), sekitar pukul 12.00 WIB.
Sedikitnya 16 orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya mengalami luka bakar. Proses identifikasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan kepolisian dan rumah sakit.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mukmin Wijaya kepada wartawan mengatakan hingga saat ini terdapat empat korban selamat yang berhasil teridentifikasi. Tiga di antaranya mengalami luka bakar dan menjalani perawatan di RSUD Rupit.
“Korban yang selamat saat ini masih menjalani penanganan medis. Sementara korban meninggal sebagian sudah berhasil diidentifikasi,” kata Nandang, Kamis (7/5/2026), seperti dikutip dari Akurat.co.
Berikut daftar korban selamat dalam kecelakaan bus ALS di Muratara:
Jumiatun (35), penumpang bus asal Pati, Jawa Tengah (Jateng), mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit.
Ngadiono (44), penumpang asal Pati, Jateng, mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit.
Muhammad Fairul Hubaidi (31), penumpang asal Tegal, Jateng, mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit.
- Fadli (29), kernet bus ALS asal Riau.
Sementara itu, polisi juga telah mengidentifikasi sejumlah korban meninggal dunia.
Sebagian korban ditemukan dalam kondisi terbakar di dalam kendaraan.
Berikut daftar korban meninggal yang telah teridentifikasi:
Aryanto (49), sopir truk tangki PT Sleraya, warga Lubuklinggau.
Martono (48), penumpang truk tangki, warga Rawas Ilir, Muratara.
Alif (44), sopir bus ALS asal Jateng.
Saf (50), kernet bus ALS asal Medan, Sumut.
Maleh (42), kernet bus ALS asal Medan, Sumut.
Relodo, penumpang bus ALS.
Zulkifli, penumpang bus ALS.
Aldi Sulistiawan, penumpang bus ALS.
Rani, penumpang bus ALS.
Bela, penumpang bus ALS, anak dari Aldi Sulistiawan dan Rani.
Menurut Nandang, identifikasi korban lainnya akan dilanjutkan di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang karena keterbatasan fasilitas identifikasi di rumah sakit wilayah Lubuklinggau.
Terkait penyebab kecelakaan, polisi menduga bus ALS kehilangan kendali saat berupaya menghindari jalan berlubang di lokasi kejadian hingga masuk ke jalur berlawanan dan bertabrakan dengan truk tangki BBM.
Editor: Akhir Matondang
